Jumat, 13 Juni 2014

Al Irsyad





Al Irsyad berdiri pada tanggal 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H) di Jakarta sedangkan hukumnya baru dikeluarkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915. Dimana tokoh utama pendiri Al-Irsyad adalah Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary. Beliau adalah seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan.
Pada mulanya Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary datang ke Indonesia atas permintaan para tokoh jami’at khair. Beliau datang ke Indonesia bersama dua orang kawannya yaitu : Syeikh Muhammad Tayyib al-Maghribi dan Syeikh Muhammad bin Abdulhamid al-Sudani. Dalam perannya di Indonesia beliau dipilih sebagai penilik bagi sekolah-sekolah yang didirikan oleh jami’at khair. Berkat kepemimpinannya sekolah-sekolah tersebut maju pesat dalam kurun waktu 1 tahun.
Namun di tahun ketiga terjadi perbedaan pendapat dengan para tokoh jami’at khair yang mayoritas adalah keturunan arab sayyid (keturunan Nabi Muhammad). Beliau melahirkan fatwa tentang persamaan derajat  dalam agama Islam, akan tetapi fatwa beliau ini tidak bisa diterima oleh para tokoh jami’at khair yang mayoritas adalah arab sayyid (keturunan Nabi Muhammad). Karena merasa sudah tidak cocok lagi Syekh Ahmad memutuskan untuk mengundurkan diri dari jami’atul khair. Setelah mengundurkan diri lalu Syekh Ahmad bersama beberapa sahabatnya membetuk sebuah aliran sendiri yang diberi nama Jam'iyat al-Islah wal-Irsyad Al-Islamiyyah dan mendirikan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Sepanjang perjalanan sejarahnya al-irsyad berganti-ganti nama,sampai yang terakhir pada tahun 2007 adalah al-irsyad (jam’iyat al-irsyad).
Al-Irsyad merupakan perhimpunan Islamiyah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa pendidikan, pengajaran, serta social dan dakwah yang bertingkat nasional.
Perhimpunan Al-Irsyad memiliki empat organisasi yang aktif dan berguna bagi bangsa Indonesia, diantaranya adalah :
  • Wanita Al-Irsyad
  • Pemuda Al-Irsyad
  • Puteri Al-Irsyad
  • Pelajar Al-Irsyad.
Al-Irsyad Al-Islamiyyah juga memiliki beberapa majelis dan lembaga, diantaranya adalah :
  • Majelis Pendidikan & Pengajaran
  • Majelis Dakwah & Fatwa
  • Majelis Sosial dan Ekonomi
  • Majelis Wakaf dan Yayasan
  • Majelis Hubungan Luar Negeri.
  • Organisasi Pengkaderan
  • Lembaga Istisyariyah, yang beranggotakan tokoh-tokoh senior Al-Irsyad dan kalangan ahli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar