Selasa, 19 Agustus 2014

NU (Nahdlatul Ulama)





NU adalah aliran Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari kota beriman Jombang Jawa Timur, dimana hampir luas penyebarannya hampir sampai ke seluruh wilayah di tanah air. NU juga menyebar luas di luar negeri, misalnya Jerman, Jepang, di Arab, dan lain-lain.
Secara harfiah arti Nahdlatul Ulama berarti kebangkitan Ulama/cendekiawan Islam. dimana jika menilik dari sejarahnya NU terbentuk karena kebosanan masyarakat Indonesia akan keterbelakangan baik secara mental maupun ekonomi karena kungkungan tradisi dan penjajahan membuat kalangan terpelajar ingin memperjuangkan martabat bangsa dengan jalan pendidikan dan organisasi. Maka pada tanggal 31 Januari 1926 terbentuklah Nahdlatul Ulama.
Terbentuknya NU dibarengi dengan lahirnya beberapa organisasi-organisasi lain di Indonesia, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Taswirul Afkar (kebangkitan pemikiran), Nahdlatut Tujjar (pergerakan kaum saudagar), dimana setiap organisasi-organisasi itu memiliki peran sendiri-sendiri guna memajukan bangsa Indonesia.
Ketua NU pertama kali adalah K.H. Hasyim Asyhari, laki-laki kelahiran Jombang 10 April 1875 ini di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren mendapat julukan "Hadratus Syeikh" yang artinya maha guru.
Dalam beragama NU mengambil prinsip Ahlussunnah wal jama'ah, dimana mengambil jalan tengah antara kaum rasionalis dan kaum skripturalis, maka dari itu NU dalam menetapkan suatu hukum tidak hanya mengambil dari Al-qur'an dan Al-Hadist, tapi juga dengan kemampuan akal dan realitas empirik. Dalam bidang teologi Nu mengambil pemikran dari Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi, dalam bidang fiqih mengikuti mazhab Imam Syafi'i, tapi NU juga mengakui madzhab lainnya seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, juga imam hanbali. sementara dalam bidang tasawuf menggunakan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi yang memadukan antara tasawuf dengan syariat.
Untuk prinsip-prinsip keagamaan warga NU berpatokkan dalam buku yang ditulis oleh K.H Hasyim Asy'ari yaitu Khittah NU. Dimana kitab tersebut merupakan rujukan bagi warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam ranah sosial, keagamaan, dan politik. Kitab tersebut merupakan gabungan antara kitab Qanun Asasi (prinsip dasar) dan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah.

Sampai sekarang warga NU di Indonesia mencapai 83 juta jiwa (dari data survey ISNU), dihitung dari jumlah penduduk muslim di Indonesia data tersebut membuktikan jika NU merupakan aliran Islam yang dianut oleh sebagian besar kaum muslim di Indonesia. Hal ini dikarenakan ajaran NU yang mudah berbaur dan diterima oleh tradisi dan pemikiran lokal tiap daerah di Indonesia.
Sebagai pendidikan masyarakat dan cagar budaya NU membangun pesantren, lebih dari 28 ribu pesantren telah dibangun di seluruh Indonesia. Hal ini membuat NU semakin meluas penyebarannya dan semakin banyak penganut faham ahlusunnah wal jama'ah ini.
Sepanjang sejarah perjalannya NU telah menorehkan banyak prestasi, diantara prestasi tersebut adalah :
1.      Menghidupkan kembali gerakan pribumisasi Islam, sebagaimana diwariskan oleh para walisongo dan pendahulunya.
2.      Mempelopori perjuangan kebebasan bermadzhab di Mekah, sehingga umat Islam sedunia bisa menjalankan ibadah sesuai dengan madzhab masing-masing.
3.      Mempelopori berdirinya Majlis Islami A'la Indonesia (MIAI) tahun 1937, yang kemudian ikut memperjuangkan tuntutan Indonesia berparlemen.
4.      Memobilisasi perlawanan fisik terhadap kekuatan imperialis melalui Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober 1945.
5.      Berubah menjadi partai politik, yang pada Pemilu 1955 berhasil menempati urutan ketiga dalam peroleh suara secara nasional.
6.      Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) 1965 yang diikuti oleh perwakilan dari 37 negara.
7.      Memperlopori gerakan Islam kultural dan penguatan civil society di Indonesia sepanjang dekade 90-an.
Untuk pengambilan dan pelaksanaan kebijakan NU memiliki beberapa Lembaga, diantaranya adalah
1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) [1]
2. Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)
3. Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU )
4. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
5. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU)
6. Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI)* (Indonesia) Lembaga Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama- Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama
7. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)
8. Lembaga Takmir Masjid (LTM)
9. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU
10. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)
11. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH)
12. Lajnah Bahtsul Masail (LBM-NU)
13. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
14. Lembaga Badan Halal Nahdlatul Ulama (LBHNU)
NU juga memiliki Lajnah sebagai pelaksana program-programnya, diantaranya adalah :
1. Lajnah Falakiyah (LF-NU)
2. Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU)
3. Lajnah Auqaf (LA-NU)
4. Lajnah Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis NU)
NU juga aktif dalam bidang politik, NU mulai memasuki dunia politik pada tahun 1952 dan pada Pemilu 1955 NU merupakan partai yang cukup berhasil dengan meraih 45 kursi di DPR dan 91 kursi di Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU merupakan partai yang mendukung Soekarno. NU juga tampil salah satu organisasi yang aktif menekan PKI pada masa pemberontakannya, misalnya pada pergerakan sayap pemudanya GP Ansor.
Tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa Orde Baru NU bergabung dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Bersama PPP NU mengikuti 2 kali Pemilu yaitu pada Pemilu 1977 dan 1982. Pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984 NU menyatakan untuk 'kembali pada Khittah 1926'. Namun pada Pemilu 1998 muncul Partai yang mengatasnamakan NU yaitu Partai Kebangkitan Bangsa yang dideklarasikan oleh Abdurrahman Wahid. Pada Pemilu 1999 Partai ini memperoleh 51 Kursi dan menghantarkan Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI. Pada Pemilu 2004 PKB memperoleh 52 Kursi.

NU juga berperan dalam bidang Pendidikan dan memiliki tingkatan-tingkatan, diantaranya adalah :

Raudlatul Athfal (taman kanak-kanak) 3 tahun

S.R. (Sekolah Dasar) 6 tahun

    S.M.P  N.U. 3 tahun

    S.M.A  N.U. 3 tahun

    S.G.B  N.U. 4 tahun

    S.G.A  N.U. 3 tahun

    M.M.P  N.U. 3 tahun

    M.M.A. N.U. 3 tahun

    Mu’alimin/Mu’alimat N.U. 5 tahun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar