NU adalah
aliran Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari kota beriman Jombang Jawa
Timur, dimana hampir luas penyebarannya hampir sampai ke seluruh wilayah di
tanah air. NU juga menyebar luas di luar negeri, misalnya Jerman, Jepang, di
Arab, dan lain-lain.
Secara
harfiah arti Nahdlatul Ulama berarti kebangkitan Ulama/cendekiawan Islam.
dimana jika menilik dari sejarahnya NU terbentuk karena kebosanan masyarakat
Indonesia akan keterbelakangan baik secara mental maupun ekonomi karena
kungkungan tradisi dan penjajahan membuat kalangan terpelajar ingin
memperjuangkan martabat bangsa dengan jalan pendidikan dan organisasi. Maka
pada tanggal 31 Januari 1926 terbentuklah Nahdlatul Ulama.
Terbentuknya
NU dibarengi dengan lahirnya beberapa organisasi-organisasi lain di Indonesia,
seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Taswirul Afkar (kebangkitan
pemikiran), Nahdlatut Tujjar (pergerakan kaum saudagar), dimana setiap
organisasi-organisasi itu memiliki peran sendiri-sendiri guna memajukan bangsa
Indonesia.
Ketua NU
pertama kali adalah K.H. Hasyim Asyhari, laki-laki kelahiran Jombang 10 April
1875 ini di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren mendapat julukan
"Hadratus Syeikh" yang artinya maha guru.
Dalam
beragama NU mengambil prinsip Ahlussunnah wal jama'ah, dimana mengambil jalan
tengah antara kaum rasionalis dan kaum skripturalis, maka dari itu NU dalam
menetapkan suatu hukum tidak hanya mengambil dari Al-qur'an dan Al-Hadist, tapi
juga dengan kemampuan akal dan realitas empirik. Dalam bidang teologi Nu
mengambil pemikran dari Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi, dalam
bidang fiqih mengikuti mazhab Imam Syafi'i, tapi NU juga mengakui madzhab
lainnya seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, juga imam hanbali. sementara dalam
bidang tasawuf menggunakan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi yang
memadukan antara tasawuf dengan syariat.
Untuk
prinsip-prinsip keagamaan warga NU berpatokkan dalam buku yang ditulis oleh K.H
Hasyim Asy'ari yaitu Khittah NU. Dimana kitab tersebut merupakan rujukan bagi
warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam ranah sosial, keagamaan, dan
politik. Kitab tersebut merupakan gabungan antara kitab Qanun Asasi (prinsip
dasar) dan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah.
Sampai
sekarang warga NU di Indonesia mencapai 83 juta jiwa (dari data survey ISNU),
dihitung dari jumlah penduduk muslim di Indonesia data tersebut membuktikan
jika NU merupakan aliran Islam yang dianut oleh sebagian besar kaum muslim di
Indonesia. Hal ini dikarenakan ajaran NU yang mudah berbaur dan diterima oleh
tradisi dan pemikiran lokal tiap daerah di Indonesia.
Sebagai
pendidikan masyarakat dan cagar budaya NU membangun pesantren, lebih dari 28
ribu pesantren telah dibangun di seluruh Indonesia. Hal ini membuat NU semakin meluas
penyebarannya dan semakin banyak penganut faham ahlusunnah wal jama'ah ini.
Sepanjang
sejarah perjalannya NU telah menorehkan banyak prestasi, diantara prestasi
tersebut adalah :
1.
Menghidupkan kembali gerakan pribumisasi Islam,
sebagaimana diwariskan oleh para walisongo dan pendahulunya.
2.
Mempelopori perjuangan kebebasan bermadzhab di
Mekah, sehingga umat Islam sedunia bisa menjalankan ibadah sesuai dengan
madzhab masing-masing.
3.
Mempelopori berdirinya Majlis Islami A'la
Indonesia (MIAI) tahun 1937, yang kemudian ikut memperjuangkan tuntutan
Indonesia berparlemen.
4.
Memobilisasi perlawanan fisik terhadap kekuatan
imperialis melalui Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober
1945.
5.
Berubah menjadi partai politik, yang pada Pemilu
1955 berhasil menempati urutan ketiga dalam peroleh suara secara nasional.
6.
Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Islam
Asia Afrika (KIAA) 1965 yang diikuti oleh perwakilan dari 37 negara.
7.
Memperlopori gerakan Islam kultural dan
penguatan civil society di Indonesia sepanjang dekade 90-an.
Untuk pengambilan dan pelaksanaan
kebijakan NU memiliki beberapa Lembaga, diantaranya adalah
1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
(LDNU) [1]
2. Lembaga Pendidikan Ma'arif
Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)
3. Lembaga Pelayanan Kesehatan
Nahdlatul Ulama ( LPKNU )
4. Lembaga Perekonomian Nahdlatul
Ulama (LPNU)
5. Lembaga Pengembangan Pertanian
Nahdlatul Ulama (LP2NU)
6. Rabithah Ma'ahid Islamiyah
(RMI)* (Indonesia) Lembaga Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama- Asosiasi
Pesantren Nahdlatul Ulama
7. Lembaga Kemaslahatan Keluarga
Nahdlatul Ulama (LKKNU)
8. Lembaga Takmir Masjid (LTM)
9. Lembaga Kajian dan
Pengembangan Sumberdaya Manusia NU
10. Sarikat Buruh Muslimin
Indonesia (SARBUMUSI)
11. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan
Hukum (LPBH)
12. Lajnah Bahtsul Masail
(LBM-NU)
13. Lembaga Kesehatan Nahdlatul
Ulama (LKNU)
14. Lembaga Badan Halal Nahdlatul
Ulama (LBHNU)
NU juga memiliki Lajnah sebagai
pelaksana program-programnya, diantaranya adalah :
1. Lajnah Falakiyah (LF-NU)
2. Lajnah Ta'lif wan Nasyr
(LTN-NU)
3. Lajnah Auqaf (LA-NU)
4. Lajnah Zakat, Infaq, dan
Shadaqah (Lazis NU)
NU juga aktif dalam bidang
politik, NU mulai memasuki dunia politik pada tahun 1952 dan pada Pemilu 1955
NU merupakan partai yang cukup berhasil dengan meraih 45 kursi di DPR dan 91 kursi
di Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU merupakan partai yang
mendukung Soekarno. NU juga tampil salah satu organisasi yang aktif menekan PKI
pada masa pemberontakannya, misalnya pada pergerakan sayap pemudanya GP Ansor.
Tanggal 5 Januari 1973 atas
desakan penguasa Orde Baru NU bergabung dengan PPP (Partai Persatuan
Pembangunan). Bersama PPP NU mengikuti 2 kali Pemilu yaitu pada Pemilu 1977 dan
1982. Pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984 NU menyatakan untuk 'kembali
pada Khittah 1926'. Namun pada Pemilu 1998 muncul Partai yang mengatasnamakan
NU yaitu Partai Kebangkitan Bangsa yang dideklarasikan oleh Abdurrahman Wahid.
Pada Pemilu 1999 Partai ini memperoleh 51 Kursi dan menghantarkan Abdurrahman
Wahid menjadi Presiden RI. Pada Pemilu 2004 PKB memperoleh 52 Kursi.
NU juga berperan dalam bidang
Pendidikan dan memiliki tingkatan-tingkatan, diantaranya adalah :
Raudlatul Athfal (taman
kanak-kanak) 3 tahun
S.R. (Sekolah Dasar) 6 tahun
S.M.P
N.U. 3 tahun
S.M.A
N.U. 3 tahun
S.G.B
N.U. 4 tahun
S.G.A
N.U. 3 tahun
M.M.P
N.U. 3 tahun
M.M.A. N.U. 3 tahun
Mu’alimin/Mu’alimat N.U. 5 tahun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar