Apa wasiat pertama yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sampaikan ketika beliau tiba di kota Madinah ?
Berikut adalah wasiat beliau yang diutarakan oleh seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Salam radhiyallahu anhu :
Dari 'Abdullah bin Salam, ia berkata : "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang. Lalu aku mendatanginya di tengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong, Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, 'Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. at-Tirmidzi)
Faidah Hadits :
1. Perintah untuk menyebarkan salam
Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, "Seorang pernah bertanya kepada Nabi shallallahu
Selasa, 15 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Keutamaan Adzan dan Muadzin
Di antara syiar-syiar Islam adalah kumandang adzan untuk sholat 5 waktu. Adzan memiliki keutamaan melimpah yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi, diantaranya :
1. Muadzin memiliki leher yang panjang di antara manusia pada hari kiamat.
Disebutkan dalam hadits Muawiyah bin Abi Sufyan - Radhiyallahu anhu- berkata, "Aku mendengar Rasulullah - Shalallahu 'alaihi wasalam- Bersabda, "Seorang muazin memiliki leher yang panjang di antara manusia pada hari Kiamat." (HR. Muslim)
2. Adzan akan mengusir setan
Dalam hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -Shalallahu 'alaihi Wasalam- Bersabda, "Jika dikumandangkan adzan untuk shalat, maka setan lari dan ia memiliki suara kentut sampai ia tidak mendengar adzan. Jika selesai adzan, maka ia datang kembali, sampai diiqamahkan untuk shalat, maka ia akan lari lagi hingga ketika iqamah selesai, maka ia datang kembali sehingga membisikkan antara seorang dengan hatinya, setan berkata, "Ingatlah ini dan itu," untuk sesuatu yang belum pernah ia ingat sebelumnya, sehingga seorang itu berada dalam keadaan tidak tahu jumlah rakaat shalatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan, niscaya mereka akan saling berundi
Dari hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -Shalallahu 'alaihi Wasalam- Bersabda,"Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan hal itu kecuali dengan berundi atasnya, maka niscaya mereka akan berundi, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam bersegera pergi ke masjid, maka niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat isya' dan shalat shubuh maka niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau dalam keadaan merangkak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Tidaklah suara Muadzin didengar oleh segala sesuatu melainkan itu semua akan menjadi saksi
Abu Said al Khudri -Radhiyallahu anhu- berkata kepada Abdullah bin Abdirrahman bin Abi Sho'sho'ah al-Anshari : "Sesungguhnya saya melihat kamu menyukai kambing dan daerah pedalaman, maka jika kamu berada di antara kambing-kambingmu atau di pedalaman lalu engkau mengumandangkan adzan, maka keraskan suaramu dengan adzan tersebut, karena sesungguhnya tidaklah mendengar suara muadzin baik itu jin, tidak pula manusia dan tidak pula sesuatu apapun kecuali akan bersaksi untuknya pada hari Kiamat. Abu Sa'id berkata : Saya mendengar hal ini dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam". (HR. Al-Bukhari)
5. Muadzin akan diampuni dosanya sesuai suaranya dan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya
Dari Al-Barra' Bin 'Azib -Radhiallahu anhu- bahwasanya Nabi -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf yang terdepan. Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya". (HR. An-Nasai dan Ahmad dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)
6. Nabi -Shalallahu a'laihi wasallam- mendoakan ampunan kepada para Muadzin
Abu Hurairah -Radhiyallahu 'anhu- berkata : Rasulullah -Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Imam adalah penanggung jawab dan Muadzin adalah yang diberi amanah, Ya Allah berilah petunjuk kepada para imam dan ampunilah para muadzin," (HR. Abu. Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih at-Targhib wa Tarhib)
7. Muadzin diampuni oleh Allah dan dimasukkan dalam surga kelak
Dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Rabb kalian begitu takjub terhadap si pengembala kambing di atas puncak gunung yang mengumandangkan adzan untuk shalat dan ia menegakkan shalat. Allah pun berfirman, "Perhatikanlah hamba-Ku ini, ia beradzan dan menegakkan shalat (karena) takut kepada-Ku. Oleh karenanya, Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku ini dan aku masukkan ia ke dalam Surga." (HR. Abu Daud dan An-Nasai dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa Tarhib))
1. Muadzin memiliki leher yang panjang di antara manusia pada hari kiamat.
Disebutkan dalam hadits Muawiyah bin Abi Sufyan - Radhiyallahu anhu- berkata, "Aku mendengar Rasulullah - Shalallahu 'alaihi wasalam- Bersabda, "Seorang muazin memiliki leher yang panjang di antara manusia pada hari Kiamat." (HR. Muslim)
2. Adzan akan mengusir setan
Dalam hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -Shalallahu 'alaihi Wasalam- Bersabda, "Jika dikumandangkan adzan untuk shalat, maka setan lari dan ia memiliki suara kentut sampai ia tidak mendengar adzan. Jika selesai adzan, maka ia datang kembali, sampai diiqamahkan untuk shalat, maka ia akan lari lagi hingga ketika iqamah selesai, maka ia datang kembali sehingga membisikkan antara seorang dengan hatinya, setan berkata, "Ingatlah ini dan itu," untuk sesuatu yang belum pernah ia ingat sebelumnya, sehingga seorang itu berada dalam keadaan tidak tahu jumlah rakaat shalatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan, niscaya mereka akan saling berundi
Dari hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -Shalallahu 'alaihi Wasalam- Bersabda,"Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan hal itu kecuali dengan berundi atasnya, maka niscaya mereka akan berundi, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam bersegera pergi ke masjid, maka niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat isya' dan shalat shubuh maka niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau dalam keadaan merangkak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Tidaklah suara Muadzin didengar oleh segala sesuatu melainkan itu semua akan menjadi saksi
Abu Said al Khudri -Radhiyallahu anhu- berkata kepada Abdullah bin Abdirrahman bin Abi Sho'sho'ah al-Anshari : "Sesungguhnya saya melihat kamu menyukai kambing dan daerah pedalaman, maka jika kamu berada di antara kambing-kambingmu atau di pedalaman lalu engkau mengumandangkan adzan, maka keraskan suaramu dengan adzan tersebut, karena sesungguhnya tidaklah mendengar suara muadzin baik itu jin, tidak pula manusia dan tidak pula sesuatu apapun kecuali akan bersaksi untuknya pada hari Kiamat. Abu Sa'id berkata : Saya mendengar hal ini dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam". (HR. Al-Bukhari)
5. Muadzin akan diampuni dosanya sesuai suaranya dan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya
Dari Al-Barra' Bin 'Azib -Radhiallahu anhu- bahwasanya Nabi -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf yang terdepan. Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya". (HR. An-Nasai dan Ahmad dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)
6. Nabi -Shalallahu a'laihi wasallam- mendoakan ampunan kepada para Muadzin
Abu Hurairah -Radhiyallahu 'anhu- berkata : Rasulullah -Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Imam adalah penanggung jawab dan Muadzin adalah yang diberi amanah, Ya Allah berilah petunjuk kepada para imam dan ampunilah para muadzin," (HR. Abu. Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih at-Targhib wa Tarhib)
7. Muadzin diampuni oleh Allah dan dimasukkan dalam surga kelak
Dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Rabb kalian begitu takjub terhadap si pengembala kambing di atas puncak gunung yang mengumandangkan adzan untuk shalat dan ia menegakkan shalat. Allah pun berfirman, "Perhatikanlah hamba-Ku ini, ia beradzan dan menegakkan shalat (karena) takut kepada-Ku. Oleh karenanya, Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku ini dan aku masukkan ia ke dalam Surga." (HR. Abu Daud dan An-Nasai dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa Tarhib))
Minggu, 13 Oktober 2019
Jangan Pernah Berhenti Berdoa
Salah satu hal yang selayaknya dilaksanakan oleh seorang mukmin adalah berdoa. Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala baik di kala sedih maupun senang, baik di kala sempit maupun lapang, karena Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kita untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dalam sebuah ayat,
"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan Bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir : 60)
Kemudian, di ayat lain Allah ta'ala juga berfirman :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. al-Baqarah : 186)
Sesuatu yang mulia
Doa merupakan sesuatu yang mulia. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam pernah bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan doa." (HR. at-Tirmidzi)
Berdoalah karena berapa pun yang kita panjatkan kepada Allah, tidak akan mengurangi kekuasaannya. Allah ta'ala berfirman dalam hadits Qudsy, "Wahai para hamba-Ku, andaikata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di satu tempat, lalu meminta kepada-Ku, lantas Aku kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan." (HR. Muslim)
Tidak akan merugi
Setiap waktu yang kita luangkan untuk meminta, memohon dan mengharap sesuatu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, kita tidak akan pernah merugi karenanya. Karena ketika kita berdoa, Allah akan memberikan salah satu dari ketiga hal berikut :
- Allah akan mengabulkan doa kita dengan segera.
- Allah akan mengabulkan doa untuk kita di akhirat kelak.
- Allah akan palingkan kita dari keburukan yang semisalnya
Berdoa ketika lapang
Kebanyakan dari kita, akan rajin berdoa ketika sedang sakit, ditimpa musibah atau ketika memiliki berbagai masalah yang memberatkan hidup. Namun demikian, begitu kita sembuh, begitu musibah dan permasalahan yang ada sudah Allah angkat dari diri kita, kita akan lalai, dan tidak lagi berdoa kepadanya. Kita tidak lagi menunjukkan penghambaan diri kita kepada-Nya.
Padahal salah satu kunci dikabulkannya doa yang kita panjatkan saat dalam keadaan susah sudah pernah disebutkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, "Barangsiapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah : hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapar." (HR. at-Tirmidzi)
Oleh karenanya, janganlah kita berhenti berdoa.
Mutiara Hadits : Mintalah Keselamatan
Dari Abu al-Fadhi al Abbas bin Abdul Mutthalib radiyallahu anhu, Aku berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku minta kepada Allah ta'ala". Beliau menjawab, "Mintalah keselamatan kepada Allah," lalu aku tinggal selama beberapa hari, kemudian menemui beliau lagi, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku sesuatu yang aku minta kepada Allah Ta'ala-." Beliau berkata kepadaku, "Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah keselamatan kepada Allah di dunia dan akhirat." (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad)
Penjelasan Hadits
Hadits ini termasuk salah satu hadits Jawami al-Kalim (kalimat ringkas sarat makna) yang diucapkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Paman beliau, Abbas radiyallahu anhu meminta diajarkan sebuah doa. Maka beliaupun mengajarkan kepadanya sebuah doa berupa ungkapan yang singkat, sangat ringkas namun maknanya sangat dalam, mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Mintalah keselamatan kepada Allah!" bahkan diulangi di akhir hadits, "Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah keselamatan kepada Allah di dunia dan akhirat."
Faidah Hadits
- Al-Aafiyah adalah keselamatan dari setiap keburukan. Ketika Allah ta'ala memberikan taufiq keselamatan dari setiap keburukan, dari keburukan badan, hati, hawa nafsu, dan selainnya maka engkau dalam kebaikan.
- Berdoa meminta keselamatan adalah seutama-utamanya doa.
- Hadits ini mengandung petunjuk bahwa selayaknya setiap orang meminta keselamatan di dunia yaitu selamat dari sakit dan ujian. Serta keselamatan di Akhirat yaitu dengan ampunan dari dosa dan memperoleh yang diinginkan.
- Semangat para sahabat radhiyallahu anhum untuk menambah ilmu dan kebaikan.
Minggu, 16 Juni 2019
Tetap Rajin Ibadah Meskipun Ramadhan Telah Usai
Setiap datang bulan Ramadhan orang-orang selalu rajin dalam mengerjakan ibadah, tapi setelah Ramadhan usai mereka kembali tidak mengerjakan ibadah-ibadah tersebut.
Seperti shalat malam, bertadarus, berpuasa, bahkan ibadah-ibadah yang wajibpun sering dilupakan.
Padahal Rasulullah selalu mengingatkan agar menjaga kontinuitas dalam beribadah.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai 'Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia rajin mendirikan shalat malam, lalu sekarang dia meninggalkan shalat malam." (HR. Bukhari no. 1152 dan Muslim no. 1159)
Selain ibadah shalat ada ibadah lain yang perlu kita perhatikan, yaitu ibadah puasa, walaupun tidak diwajibkan tetapi ibadah puasa perlu kita lakukan karena Rasulullah sendiri juga sering melakukannya. Ibunda 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melaksanakan puasa yang lebih banyak dalam sebulan melebihi puasa beliau di bulan Sya'ban. Beliau melaksanakan puasa bulan Sya'ban seluruhnya. Beliau bersabda, "Lakukanlah amal-amal yang kalian sanggup melaksanakannya, karena Allah tidak akan bosan (dalam memberikan pahala) sampai kalian yang lebih dahulu bosan (dari mengerjakan amal)." Dan shalat yang paling Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam cintai adalah shalat yang dijaga kesinambungannya sekalipun sedikit. Dan bila beliau sudah terbiasa melaksanakan shalat (sunnah), beliau menjaga kesinambungannya." (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 741)
Kontinuitas dalam beramal inilah yang harus kita jaga,
Dari 'Alqamah, beliau berkata,
"Aku bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan hari-hari tertentu dalam beramal?" Dia Menjawab, "Tidak. Beliau selalu beramal terus-menerus tanpa putus. Siapakah dari kalian yang akan mampu sebagaimana yang mampu dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" (HR. Bukhari no. 1987 dan Muslim no. 741)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang terus-menerus dikerjakan (kontinyu) walaupun sedikit." (HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Sabtu, 01 Juni 2019
Fatimah Az-Zahra
Fatimah Az-Zahra adalah puteri bungsu Rasulullah SAW dari istrinya Khadijah binti Khuwalid. Ia adalah sosok perempuan yang sabar, taat, baik, kreatif, qana'ah, ahli puasa, ahli shalat, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Ia merupakan isteri dari sahabat Nabi yaitu Ali bin Abi Thalib r.a menikahi Fathimah pada bulan Dzul Qa'dah atau sebelumnya tahun kedua hijriyyah setelah perang Badar dengan mahar sebuah baju besi untuk berperang miliknya dan ia baru mengumpulinya setelah perang Uhud. Ketika itu Fathimah berusia 15 tahun lebih 5 bulan.
Dari pernikahan mereka lahirlah Hasan, Husein, Muhsin, Ummu Kultsum, dan Zainab. Kemudian setelah dewasa, putrinya Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar bin Al-Khattab, dan Zainab dinikahi oleh Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib.
Aisyah r.a mengatakan bahwa cara jalan, berbicara, dan bercerita Fathimah sangat mirip dengan Rasulullah SAW. Fatimah sangat disayangi oleh Rasulullah, setiap Fatimah datang berkunjung ke rumah Rasulullah, beliau selalu menyambut dengan hangat, beliau mengatakan, "selamat datang wahai putriku." Lalu beliau mencium keningnya.
Rabu, 01 Mei 2019
Muallaf
Muallaf adalah sebutan bagi non-muslim yang baru pertama kali masuk Islam. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang non-muslim masuk agama islam. Hal ini dapat dibagi menjadi 3 bagian :
A. Seseorang menjadi muallaf karena pernikahan, setidaknya ada 68% muallaf karena pernikahan.
B. Selanjutnya adalah seseorang menjadi muallaf karena belajar atau menemukannya secara keilmuan, biasanya mereka adalah seorang cendekia yang mempelajari islam secara mendalam, dalam kasus ini sekitar ada 20% muallaf yang mendapat hidayah karena belajar atau secara keilmuan.
C. Yang terakhir adalah karena mendapat hidayah langsung dari Allah SWT. Biasanya melalui mimpi atau setelah terbangun dari koma. Dalam hal ini ada sekitar 12%.
Minggu, 06 Januari 2019
9 Tipe gadis yang tidak disukai pemuda
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul : Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara Kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh pemuda :
Pertama : Gadis Pencemburu
Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidakpercayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari pada istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.
Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu
Adapun gadis yang kedua adalah gadia yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabar suami, yang tidak mungkin bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.
Ketiga: Gadis Durhaka
Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersifat qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak perduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untung diri dan kebahagiaannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.
Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh
Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Disini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Akan tetapi jika sang istri memilili sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.
Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan
Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu dari putra-putrinya, dikarenakan putra-putrinya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang memgatur segala keperluannya. Maka wajib bahi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.
Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga
Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.
Ketujuh: Gadis yang lemah
Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengbil keputusan dengam dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.
Kedelapan: Gadis yang membuat was-was
Yaitu gadia yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.
Kesembilan : Gadis yang sok sempurna
Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apasaja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya..
Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.
Pertama : Gadis Pencemburu
Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidakpercayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari pada istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.
Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu
Adapun gadis yang kedua adalah gadia yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabar suami, yang tidak mungkin bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.
Ketiga: Gadis Durhaka
Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersifat qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak perduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untung diri dan kebahagiaannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.
Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh
Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Disini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Akan tetapi jika sang istri memilili sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.
Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan
Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu dari putra-putrinya, dikarenakan putra-putrinya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang memgatur segala keperluannya. Maka wajib bahi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.
Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga
Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.
Ketujuh: Gadis yang lemah
Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengbil keputusan dengam dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.
Kedelapan: Gadis yang membuat was-was
Yaitu gadia yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.
Kesembilan : Gadis yang sok sempurna
Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apasaja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya..
Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.
Jumat, 04 Januari 2019
Perbedaan Hadarah dan Madaniyah
Dari segi istilah, terdapat perbedaan antara Hadarah dan Madaniyah. Hadarah adalah sekumpulan mahafin (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan.
Kamis, 21 Juni 2018
Balasan Setiap Amal Perbuatan
“Barangsiapa yang
mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia melihat (balasan)nya. Dan
barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan
melihat (balasan) nya (pula).” (QS. Al-Zalzalah 7-8)
Setiap kita manusia
pasti melakukan amal perbuatan, baik itu perbuatan buruk ataupun perbutan baik.
Kita sebagai umat Islam pasti meyakini bahwa setiap amal perbuatan pasti akan
ada pembalasannya. Siapa yang berbuat baik pasti akan mendapatkan kebaikan, dan
siapa yang berbuat buruk pasti juga akan mendapat keburukan. Seperti bunyi
sebuah peribahasa, man yazro’ yahzud yang artinya siapa yang menanam maka dia
menuai apa yang ia tanam. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat yang baik,
hanya saja karena godaan iblis ia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya
sehingga melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang menyimpang.
Akan tetapi dalam
sebuah hadits ada orang-orang yang tidak akan dibalas perbuatan-perbuatannya.
Rasulullah SAW bersabda, “Pena (malaikat) itu diangkat (maksudnya
perbuatan manusia tidak ditulis, tidak dicatat) dari tiga macam orang : 1.
Orang gila hingga ia sembuh gilanya, 2. Orang yang tidur hingga ia terjaga
(bangun dari tidurnya), dan 3. Anak kecil hingga ia menjadi baligh (dewasa).”
Di banyak ayat juga
disebutkan tentang pembalasan di setiap amal, diantaranya adalah,
“Ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah ayat : 286)
“Bahwasanya seseorang yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tidak
memperoleh selain apa yang diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak
akan diberi balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm 38-41)
“Sesungguhnya kami menghidupkan
orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan
bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam
kitab induk yang nyata (lauh-mahfudz).” (QS. Yasin : 12)
Maka dari itu maka
sebaiknya kita bersegera dalam melakukan perbuatan baik agar Allah membalas
perbuatan baik kita dengan pahala, dan jangan sampai kita melakukan perbuatan
buruk karena perbuatan itu hanya akan merugikan kita sendiri. Semoga Allah
senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua.
Jumat, 08 Juni 2018
Berhati-hati Dengan Hutang
Seringkali sebagian manusia tidak terlalu
memperdulikan tentang hutang-hutangnya, merasa ringan-ringan saja walaupun
telah menumpuk dan selalu berlarut-larut untuk menunda pembayaran hutang.
Padahal perihal hutang ini adalah perihal yang berbahaya yang akan dibawa-bawa
sampai ke akhirat. Bahkan di dunia juga akan mendapatkan kerugian karena hutang
yang belum terbayar. Berikut hadits-hadits yang membahas tentang hutang, Nabi
Muhammad SAW bersabda :
1.
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan
dia terbebas dari tiga hal : (1) Sombong, (2) ghuhul (khianat), dan (hutang),
maka dia akan masuk surge”. (HR. Ibnu Majah no. 2412.)
2.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki
hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan
kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena disana (di akhirat) tidak ada lagi
dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414)
3.
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan
hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078)
4.
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau
melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status
sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410)
5.
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat
ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya. (HR.
Bukhari no 18 dan Ibnu Majah no. 2411)
6.
Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau
berkata : kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu
didatangkan satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?”
mereka (para sahabat) menjawab, “tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah
dia meninggalkan sesuatu?” lantas para sahabat menjawab, “tidak.” Lalu beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut. Kemudian didatangkan
jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!”
lalu beliau bertanya, “apakah dia memiliki hutang?” para sahabat menjawab, “iya.”
Lalu beliau mengatakan, “apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para
sahabat) menjawab, “ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah
tersebut. Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “shalatkanlah
dia!” beliau bertanya, “apakah dia meninggalkan sesuatu?” para sahabat
menjawab, “tidak ada” lalu beliau bertanya, “apakah dia memiliki hutang?”
mereka menjawab, “ada tiga dinar.” Beliau berkata, “shalatkanlah sahabat kalian
ini.” Lantas Abu Qatadah berkata, “wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku
saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR.
Bukhari no. 2289)
7.
“semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni
kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
8.
“jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering
berdusta, jika dia berjanji, dia akan mengingkari.”
9.
“jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah
mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan
memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah
no. 2399)
10. Allah akan
bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi
hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah
sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400)
Itulah hadits-hadits yang berhubungan dengan hutang,
semoga menjadi peringatan bagi kita untuk segera melunasi hutang-hutang atau
kalau belum mampu untuk melunasi setidaknya niatkan diri untuk melunasi. Allah telah
menetapkan hukum dengan seadil-adilnya untuk semua, jika balasan untuk
perbuatan terlepas dari kehidupan dunia, tentu masih ada kehidupan akhirat yang
akan membayar lunas semua hasil perbuatan kita di dunia. Semoga kita senantiasa
dilindungi oleh Allah dari hutang sebagaimana Rasulullah selalu berdoa di akhir
shalat (sebelum salam) : ALLAHUMMA INNI
A’UDZU BIKA MINAL MATSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu
dari berbuat dosa dan banyak hutang.)
Selasa, 15 Mei 2018
Kalimat Kun Fayakun
Kun Fayakun secara bahasa artinya kun (jadilah)
fayakun (maka jadilah). Ini adalah representasi kekuasaan Allah SWT sebagai
Maha Pencipta, dimana jika Allah menghendaki sesuatu maka Dia hanya mengatakan
Kun fayakun, lalu terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.
Dalam Alquran Allah SWT berfirman : "Dan
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah
perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan "Jadilah, lalu terjadilah", dan
di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkala ditiup. Dia mengetahui
yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha
Mengetahui". (QS Al-An'am ayat 73)
"Maryam berkata: "Ta Tuhanku, betapa
mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang
laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril):
"Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah
berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:
Jadilah, lalu jadilah dia". (QS Ali Imran ayat 47).
Dengan begitu tidak ada yang mustahil bagi Allah,
begitu juga apa yang terjadi dalam diri kita, Allah bisa saja menghinakan kita
atau memuliakan kedudukan kita. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya hanya harus
berusaha dan berdoa kepada-Nya, dimana hasilnya terserah kepada Allah. Dan
hendaklah kita percaya bahwa Allah itu Maha Adil, apa yang diberikan kepada
kita tentulah itu yang adil dan terbaik bagi kita, dan kita tidak dianiaya /
dirugikan sedikitpun.
Semoga kita selalu mendapatkan hidayah agar selalu
tumbuh semangat dalam diri kita untuk senantiasa berusaha, berdoa dan
bertawakal kepada Allah SWT. Serta selalu bisa mensyukuri apa yang telah Allah
berikan kepada kita.
Langganan:
Postingan (Atom)




