Rabu, 01 Mei 2019

Muallaf


Muallaf adalah sebutan bagi non-muslim yang baru pertama kali masuk Islam. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang non-muslim masuk agama islam. Hal ini dapat dibagi menjadi 3 bagian :
A. Seseorang menjadi muallaf karena pernikahan, setidaknya ada 68% muallaf karena pernikahan.
B. Selanjutnya adalah seseorang menjadi muallaf karena belajar atau menemukannya secara keilmuan, biasanya mereka adalah seorang cendekia yang mempelajari islam secara mendalam, dalam kasus ini sekitar ada 20% muallaf yang mendapat hidayah karena belajar atau secara keilmuan.
C. Yang terakhir adalah karena mendapat hidayah langsung dari Allah SWT. Biasanya melalui mimpi atau setelah terbangun dari koma. Dalam hal ini ada sekitar 12%.

Minggu, 06 Januari 2019

9 Tipe gadis yang tidak disukai pemuda

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul : Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara Kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh pemuda :

Pertama : Gadis Pencemburu
Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidakpercayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari pada istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.

Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu

Adapun gadis yang kedua adalah gadia yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabar suami, yang tidak mungkin bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.

Ketiga: Gadis Durhaka

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersifat qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak perduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untung diri dan kebahagiaannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.

Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh

Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Disini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Akan tetapi jika sang istri memilili sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.

Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu dari putra-putrinya, dikarenakan putra-putrinya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang memgatur segala keperluannya. Maka wajib bahi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.

Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.

Ketujuh: Gadis yang lemah

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengbil keputusan dengam dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.

Kedelapan: Gadis yang membuat was-was
Yaitu gadia yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

Kesembilan : Gadis yang sok sempurna
Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apasaja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya..

Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.

Jumat, 04 Januari 2019

Perbedaan Hadarah dan Madaniyah

Dari segi istilah, terdapat perbedaan antara Hadarah dan Madaniyah. Hadarah adalah sekumpulan mahafin (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan.

Kamis, 21 Juni 2018

Balasan Setiap Amal Perbuatan





“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya (pula).” (QS. Al-Zalzalah 7-8)
Setiap kita manusia pasti melakukan amal perbuatan, baik itu perbuatan buruk ataupun perbutan baik. Kita sebagai umat Islam pasti meyakini bahwa setiap amal perbuatan pasti akan ada pembalasannya. Siapa yang berbuat baik pasti akan mendapatkan kebaikan, dan siapa yang berbuat buruk pasti juga akan mendapat keburukan. Seperti bunyi sebuah peribahasa, man yazro’ yahzud yang artinya siapa yang menanam maka dia menuai apa yang ia tanam. Pada dasarnya manusia memiliki sifat-sifat yang baik, hanya saja karena godaan iblis ia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang menyimpang.
Akan tetapi dalam sebuah hadits ada orang-orang yang tidak akan dibalas perbuatan-perbuatannya. Rasulullah SAW bersabda, “Pena (malaikat) itu diangkat (maksudnya perbuatan manusia tidak ditulis, tidak dicatat) dari tiga macam orang : 1. Orang gila hingga ia sembuh gilanya, 2. Orang yang tidur hingga ia terjaga (bangun dari tidurnya), dan 3. Anak kecil hingga ia menjadi baligh (dewasa).”
Di banyak ayat juga disebutkan tentang pembalasan di setiap amal, diantaranya adalah,
“Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah ayat : 286)
“Bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diberi balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm 38-41)
“Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (lauh-mahfudz).” (QS. Yasin : 12)
Maka dari itu maka sebaiknya kita bersegera dalam melakukan perbuatan baik agar Allah membalas perbuatan baik kita dengan pahala, dan jangan sampai kita melakukan perbuatan buruk karena perbuatan itu hanya akan merugikan kita sendiri. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua.

Jumat, 08 Juni 2018

Berhati-hati Dengan Hutang





Seringkali sebagian manusia tidak terlalu memperdulikan tentang hutang-hutangnya, merasa ringan-ringan saja walaupun telah menumpuk dan selalu berlarut-larut untuk menunda pembayaran hutang. Padahal perihal hutang ini adalah perihal yang berbahaya yang akan dibawa-bawa sampai ke akhirat. Bahkan di dunia juga akan mendapatkan kerugian karena hutang yang belum terbayar. Berikut hadits-hadits yang membahas tentang hutang, Nabi Muhammad SAW bersabda :
1.      “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal : (1) Sombong, (2) ghuhul (khianat), dan (hutang), maka dia akan masuk surge”. (HR. Ibnu Majah no. 2412.)
2.      “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena disana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414)
3.      “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078)
4.      “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410)
5.      “Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya. (HR. Bukhari no 18 dan Ibnu Majah no. 2411)
6.      Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkan satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” mereka (para sahabat) menjawab, “tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” lantas para sahabat menjawab, “tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut. Kemudian didatangkan jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” lalu beliau bertanya, “apakah dia memiliki hutang?” para sahabat menjawab, “iya.” Lalu beliau mengatakan, “apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut. Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “shalatkanlah dia!” beliau bertanya, “apakah dia meninggalkan sesuatu?” para sahabat menjawab, “tidak ada” lalu beliau bertanya, “apakah dia memiliki hutang?” mereka menjawab, “ada tiga dinar.” Beliau berkata, “shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qatadah berkata, “wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)
7.      “semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
8.      “jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta, jika dia berjanji, dia akan mengingkari.”
9.      “jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399)
10.  Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400)

Itulah hadits-hadits yang berhubungan dengan hutang, semoga menjadi peringatan bagi kita untuk segera melunasi hutang-hutang atau kalau belum mampu untuk melunasi setidaknya niatkan diri untuk melunasi. Allah telah menetapkan hukum dengan seadil-adilnya untuk semua, jika balasan untuk perbuatan terlepas dari kehidupan dunia, tentu masih ada kehidupan akhirat yang akan membayar lunas semua hasil perbuatan kita di dunia. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari hutang sebagaimana Rasulullah selalu berdoa di akhir shalat (sebelum salam) : ALLAHUMMA INNI  A’UDZU BIKA MINAL MATSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang.)

Selasa, 15 Mei 2018

Kalimat Kun Fayakun





Kun Fayakun secara bahasa artinya kun (jadilah) fayakun (maka jadilah). Ini adalah representasi kekuasaan Allah SWT sebagai Maha Pencipta, dimana jika Allah menghendaki sesuatu maka Dia hanya mengatakan Kun fayakun, lalu terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.
Dalam Alquran Allah SWT berfirman : "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui". (QS Al-An'am ayat 73)
"Maryam berkata: "Ta Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: Jadilah, lalu jadilah dia". (QS Ali Imran ayat 47).
Dengan begitu tidak ada yang mustahil bagi Allah, begitu juga apa yang terjadi dalam diri kita, Allah bisa saja menghinakan kita atau memuliakan kedudukan kita. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya hanya harus berusaha dan berdoa kepada-Nya, dimana hasilnya terserah kepada Allah. Dan hendaklah kita percaya bahwa Allah itu Maha Adil, apa yang diberikan kepada kita tentulah itu yang adil dan terbaik bagi kita, dan kita tidak dianiaya / dirugikan sedikitpun.
Semoga kita selalu mendapatkan hidayah agar selalu tumbuh semangat dalam diri kita untuk senantiasa berusaha, berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT. Serta selalu bisa mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita.

Jumat, 11 Mei 2018

Harta, Tahta, Wanita





Harta, tahta, wanita merupakan tiga fitnah yang ada di dunia, yang jika tidak berhati-hati dengannya maka akan membuat seseorang terjerumus ke dalam dosa. Dari ketiga fitnah itu fitnah wanitalah yang paling berat godaannya, banyak cerita-cerita di masa lalu bahwasanya fitnah wanitalah yang paling berat godaannya. Seperti yang terkutip dalam sebuah hadist, Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa bani Israel disebabkan wanita”(HR Muslim)
Selanjutnya adalah fitnah harta, ternyata harta juga dapat menjadi sumber bancana dan kehancuran bagi seseorang. Karena dengan harta yang berlebihan bisa membuat seseorang menjadi sombong, lupa diri, bahkan yang paling berbahaya adalah lupa terhadap Allah dan melupakan segala perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Dengan harta juga bisa membuat perpecahan antara teman, saudara, orang tua dengan anak, dan sebagainya. Demi harta juga membuat seseorang menjual harga dirinya, kehormatannya, bahkan agamanya. Bahkan di zaman sekarang ini banyak manusia tidak perduli dari mana hartanya didapatkan, baik halal atau haram sudah tidak diperdulikan lagi. Di dalam hadist dijelaskan, Rasul saw. bersabda, ”Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim).
Yang terakhir adalah fitnah tahta, kekuasaan juga bisa menyeret seseorang kedalam neraka keburukan dan kehinaan, jika dia tidak mempunyai pedoman iman yang kuat kepada Allah. Telah banyak penguasa lalim yang telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk hal-hal yang bersifat menurutkan hawa nafsunya. Padahal kekuasaan adalah sebuah amanat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Tapi tampuk kekuasaan telah menjadikan seseorang lupa diri, seperti kacang lupa pada kulitnya, melupakan janji-janji yang dulu pernah diberikan, dirinya telah terbuai indahnya kekuasaan, bahkan rakyat yang sengsarapun tak diurusnya. Bahkan demi kekuasaan membuat manusia rela saling bunuh. Naudzubillahimindzalik..
Untuk menghindarkan diri kita akan ketiga fitnah tersebut maka bekal ilmu agama dan gemblengan tentang pelajaran akhlaq yang mulia sangat dibutuhkan agar tidak tergelincir oleh ketiga fitnah tadi. Di dalam Islam sendiri telah mempunyai pegangan yang kuat yaitu Alquran dan Alhadist, yang siapa berpegang teguh kepada keduanya maka akan selamat dunia dan akhirat. Akan tetapi tak ada salahnya juga mengambil pelajaran-pelajaran tentang kebajikan dan kebijaksanaan dari para ulama juga para cerdik cendekia agar selain mendapatkan pemahaman yang luas juga bisa digunakan untuk memahami ayat-ayat alquran dan Al hadist yang masih sulit dipahami.
Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah agar senantiasa berada di jalan yang benar, agar kita senantiasa berbahagia hidup di dunia dan di akhirat. Amin…